![]() |
|||||||||||||
|
|||||||||||||
![]() |
0
comments
Sahabatku, tinggi harapanku dalam doaku
Harapan yg kami letakkan pada pundakkan
Kelak akan membawa perubahan kepada organisasi ini
Bagaimana mampu aku luahkan dengan kata
Sukar sekali untuk menyusun bicara
Merancang masa yang sesuai untuk bertemu muka denganmu
Ya allah bantulah aku, sampaikanlah waktu itu
Buat kekanda-kekanda yang dikasihi
Masa depan kalian terletak dalam tangan Allah
Andai Allah kata jadilah, maka jadilah
Aku letakkan takdir kalian dalam hitungan Allah
Bukan bermakna aku kurang usaha
Tapi lumrah hanya kuasanya yang bias menetukan segala
Maafkan anakanda atas segala ketelanjuran
Berjuang dalam jalan dakwah menuntut pengorbanan
Menarik bersama kaum keluarga untuk menghayatinya
Harap kalian memahami kondisi diri ini
Semoga Allah letakkan kalian di tempat yg terpuji
Atas kelembutan hati kalian berlapang dada dengan anakmu ini
Saya x suka kata belakang2
Kecuali dgn lelaki ajnabi sebab sy xtahu cana nak berdepan dgn mereka
Sy jenis direct cuma kdg2 cara sy salah,sy akui
Jgn terus bersangka buruk
Bertanyalah jika tidak tahu jgn membuat spekulasi
Kelak ia jadi fitnah dan hukuman buat org yg diperkatakan
Jgn tanya org lain, tanyalah pd tuannya,hanya dia yg bisa memberi gambaran sebenar
Jgn takut nak berdepan,bukan dibenci tapi dihargai
demi tuhan yang mentadbir sekalian alam, aku tinggalkan kalian kerana allah...
aku belajar menuntut ilmu2nya, terkadang sampai tak lekat kat rumah.
pabila pulang, aku terus mengadap kerja2ku terasa tiada waktu untuk aku bazirkan.
Terkadang aku rasa mengabaikan hak kalian
tetapi aku tidak mampu bersama melakukan perkara lagho
andai kalian tahu apa yang aku tahu...
andai kalian rasa apa yang aku rasa...
andai kalian kena apa yang aku kena...
pasti kalian tidak akan duduk melakukannya bersama...
bukan bermakna kalian salah
tetapi bagiku ada benda lagi berbaloi untuk aku lakukan
bukan diriku seorang sahaja yang betul
aku sendiri masih menagih keampunan tuhan
andai kalian lihat kawan2ku yang gigih belajar tanpa henti
padahal aku masih terkapai2 dalam pemahaman sendiri
andai kalian berada di tempat aku,
kalian tidak akan tega melakukan perkara2 itu...
aku belajar menuntut ilmu2nya, terkadang sampai tak lekat kat rumah.
pabila pulang, aku terus mengadap kerja2ku terasa tiada waktu untuk aku bazirkan.
Terkadang aku rasa mengabaikan hak kalian
tetapi aku tidak mampu bersama melakukan perkara lagho
andai kalian tahu apa yang aku tahu...
andai kalian rasa apa yang aku rasa...
andai kalian kena apa yang aku kena...
pasti kalian tidak akan duduk melakukannya bersama...
bukan bermakna kalian salah
tetapi bagiku ada benda lagi berbaloi untuk aku lakukan
bukan diriku seorang sahaja yang betul
aku sendiri masih menagih keampunan tuhan
andai kalian lihat kawan2ku yang gigih belajar tanpa henti
padahal aku masih terkapai2 dalam pemahaman sendiri
andai kalian berada di tempat aku,
kalian tidak akan tega melakukan perkara2 itu...
Tak perlu lagi terasa hati dengan perkara yang telah berlalu.
pandang ke hadapan teruskan langkah..
buang segala kekacauan jiwa dan ikhlaskan niat
Kerana allah kita mara
Senyumlah pada mereka saat bertegur sapa
Tenangkan jiwamu lafazkan zikir2 rindu
Amik berat pada mereka tika masanya
Tak lupa doakan mereka dalam sujudmu
Jangan undur walau selangkah
terus mara kehadapan dengan langkah padu
Hari esok hanya kau yang akan mencoraknya
Fokuskan jiwa lantangkan semangat
pandang ke hadapan teruskan langkah..
buang segala kekacauan jiwa dan ikhlaskan niat
Kerana allah kita mara
Senyumlah pada mereka saat bertegur sapa
Tenangkan jiwamu lafazkan zikir2 rindu
Amik berat pada mereka tika masanya
Tak lupa doakan mereka dalam sujudmu
Jangan undur walau selangkah
terus mara kehadapan dengan langkah padu
Hari esok hanya kau yang akan mencoraknya
Fokuskan jiwa lantangkan semangat
Dengan nama allah yang maha pemurah lagi maha penyayang.selawat dan salam keatas rasul junjungan nabi muhammad saw.juga keatas para sahabat dan keluarga baginda.
Ada 4 perkara yang pasti membuatkan aku menangis:-
1. neraka
2. rasulullah
3. palestin
4. jemaah
Allah....sukar untuk aku tahan, bila keempat-empat perkara ini menyentuh hatiku. air mata yang ku simpan ini tak segan silu turun tanpa henti. Dulu hanya di tikat sejadah kali ini dimana2 sahaja.
Aku kira ini ujian paling hebat sepanjang aku berada dalam jamaah. Aku yang begitu kedekut air mata ini....kini murah dengan air mata
Mungkin bagi orang lain ini perkara biasa. mereka kata ini perkara biasa dalam kehidupan berjemaah. ada yang kata aku terlalu emo, terlalu menurut perasaan. Tapi bagi aku ini ujian terhebat yang pernah aku hadapi sepanjang berada dalam jamaah.
Hati mana yang takkan terguris bila yang ditegur itu sahabat sendiri
Jiwa mana yang takkan tersentuh biarpun bukan salah diri kita
jasad mana yang takkan longlai bila tahu kelemahan sendiri
iman mana yang tak bergetar bila ancaman allah menanti di hadapan mata
Maka, mana mungkin dapat menahan air mata bila kita sedar kealphaan kita
Biarpun kita telah cuba yang terbaik
biarpun kita bukan suka-suka untuk tidak ambil tahu
biarpun segala perancangan telah dilakukan pada awalnya
biarpun kadang-kadang kita rasa kita zalim kerana menyusahkan mereka
kita hanya menjalankan tugas yang telah diamanahkan
Demi allah dan rasulNya
Telah mengalir darah jemaah ini di setiap urat nadi
kepincangan jamaah menjadi kepincangan kita
kealphaan jamaah menjadi kealphaan kita
Denyut nadi kencang, tenang dan lemah jemaah menjadi denyut nadi kita
Hari ini Allah uji baiah kita,
Adakah kita telah memahami rukun dan setiap adap jemaah
Adakah kita benar-benar ikhlas berjuang dijalanNya
Adakah kita betul-betul meletakkan wala' dan thiqah pada pimpinan pada tempatnya
Adakah kita telah hadam konsep amal jamaie dan amal ijtimaie
Walau apapun terjadi, perjuangan jemaah ini wajib diteruskan
ya allah ya tuhan kami yang maha berkuasa ke atas segalanya,
pimpinlah kami ke arah jalan yang kau redhai
jangan kau palingkan hati kami setelah kau beri hidayah pada kami
jangan kerna dosa kami, dakwah islam jadi lemah, sayu dan sepi
duhai sahabat yang ku sayang, peringatan buat kalian dan diri sendiri
jangan sampai bila kita siap kerja kita, kita tak ambil tahu masalah sahabat kita
jangan sampai kita tuding jari pada kesalahan individu padahal ia kesalahan kita bersama
jangan sampai kita kita rasa puas dan tenang dengan hidup kita,tak mempedulikan keluh kesah sahabat kita
jangan sampai kita rasa diri kita dah baik, biarlah sahabat kita dengan kekurangannya
jangan sampai kita kata-kata belakang, dalam keadaan kita tidak tahu hal yang sebenarnya
apapun kita semua tetap manusia biasa
tapi kita didik diri kita dengan jiwa jundullah bukan jahiliyyah
kita dikerah dengan tarbiyyah bukan dengan kesenangan
kita dihambat dengan kekurangan wang bukan dengan kekayaan
kita diajar menghargai ukhuwah islamiah bukan ukhuwah plastik
kita diseru kembali kepada alquran dan sunnahnya bukan rujukan lain
kita disuruh mengadu pada allah, bukan pada makhlukNya
Ada 4 perkara yang pasti membuatkan aku menangis:-
1. neraka
2. rasulullah
3. palestin
4. jemaah
Allah....sukar untuk aku tahan, bila keempat-empat perkara ini menyentuh hatiku. air mata yang ku simpan ini tak segan silu turun tanpa henti. Dulu hanya di tikat sejadah kali ini dimana2 sahaja.
Aku kira ini ujian paling hebat sepanjang aku berada dalam jamaah. Aku yang begitu kedekut air mata ini....kini murah dengan air mata
Mungkin bagi orang lain ini perkara biasa. mereka kata ini perkara biasa dalam kehidupan berjemaah. ada yang kata aku terlalu emo, terlalu menurut perasaan. Tapi bagi aku ini ujian terhebat yang pernah aku hadapi sepanjang berada dalam jamaah.
Hati mana yang takkan terguris bila yang ditegur itu sahabat sendiri
Jiwa mana yang takkan tersentuh biarpun bukan salah diri kita
jasad mana yang takkan longlai bila tahu kelemahan sendiri
iman mana yang tak bergetar bila ancaman allah menanti di hadapan mata
Maka, mana mungkin dapat menahan air mata bila kita sedar kealphaan kita
Biarpun kita telah cuba yang terbaik
biarpun kita bukan suka-suka untuk tidak ambil tahu
biarpun segala perancangan telah dilakukan pada awalnya
biarpun kadang-kadang kita rasa kita zalim kerana menyusahkan mereka
kita hanya menjalankan tugas yang telah diamanahkan
Demi allah dan rasulNya
Telah mengalir darah jemaah ini di setiap urat nadi
kepincangan jamaah menjadi kepincangan kita
kealphaan jamaah menjadi kealphaan kita
Denyut nadi kencang, tenang dan lemah jemaah menjadi denyut nadi kita
Hari ini Allah uji baiah kita,
Adakah kita telah memahami rukun dan setiap adap jemaah
Adakah kita benar-benar ikhlas berjuang dijalanNya
Adakah kita betul-betul meletakkan wala' dan thiqah pada pimpinan pada tempatnya
Adakah kita telah hadam konsep amal jamaie dan amal ijtimaie
Walau apapun terjadi, perjuangan jemaah ini wajib diteruskan
ya allah ya tuhan kami yang maha berkuasa ke atas segalanya,
pimpinlah kami ke arah jalan yang kau redhai
jangan kau palingkan hati kami setelah kau beri hidayah pada kami
jangan kerna dosa kami, dakwah islam jadi lemah, sayu dan sepi
duhai sahabat yang ku sayang, peringatan buat kalian dan diri sendiri
jangan sampai bila kita siap kerja kita, kita tak ambil tahu masalah sahabat kita
jangan sampai kita tuding jari pada kesalahan individu padahal ia kesalahan kita bersama
jangan sampai kita kita rasa puas dan tenang dengan hidup kita,tak mempedulikan keluh kesah sahabat kita
jangan sampai kita rasa diri kita dah baik, biarlah sahabat kita dengan kekurangannya
jangan sampai kita kata-kata belakang, dalam keadaan kita tidak tahu hal yang sebenarnya
apapun kita semua tetap manusia biasa
tapi kita didik diri kita dengan jiwa jundullah bukan jahiliyyah
kita dikerah dengan tarbiyyah bukan dengan kesenangan
kita dihambat dengan kekurangan wang bukan dengan kekayaan
kita diajar menghargai ukhuwah islamiah bukan ukhuwah plastik
kita diseru kembali kepada alquran dan sunnahnya bukan rujukan lain
kita disuruh mengadu pada allah, bukan pada makhlukNya
Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang. Yang masih memberikan upaya untuk diri ini bernafas di bumi ciptaanNya yang indah. Walau terkadang berlaku pergolakan,huru-hara dan malapetaka di sana-sini, bagiku itulah keindahan sebenarnya. Semua yang berlaku mewarnai kehidupan ini,diberi pengajaran agar aku tak lena dan bangun dari pembaringan. Menelusuri sejenak perjuangan rasulullah saw,sungguh hebat tak termampu rasanya. Rasanya mahu menangis tapi tangisan ini pasti ada makna bukan hanya tinggal tangisan. Pasti ada semangat yang berkobar di medan amal kita hayunkan langkah perjuangan.
Hari ini aku masih disini memikirkan masa depanku. Mendengar nasihat ibu tentang kepentingan ilmu. Sungguh baru ku sedar bertapa pentingnya ilmu itu pada islam. Jika dulu aku menuntut ilmu kerana ingin membalas jasa ibubapaku,hari ini aku menuntut ilmu kerana islam. Kata ibu tanpa ilmu aku tidak akan kemana. Malah untuk memperjuangkan islam pun aku takkan mampu. Ibu selalu kata “belajar dulu,lepas tu nak berdakwah,berdakwahlah. Yang penting belajar dulu”. Ibu, maafkan aku,aku takkan mampu tinggalkan medan amal sedang ummat perlukan aku. Sungguh aku bukan yang terhebat dan yang terbaik untuk menggalas tanggungjawab ini tapi ini amanah yang Allah telah berikan kepadaku. Aku takkan mampu memungkiri janjiku kerna itu sifat munafiq.
Belajar,ibadatku pada tuhanku dan dakwah itulah pusaran hidupku. Aku akan belajar bersungguh-sungguh. Andai mendapat keputusan yang cemerlang itu rezeki allah. Yang penting aku tak lupa sujud pada allah. Pada masa yang sama aku harus berbakti pada ummat. Andai diizinkan allah,aku akan menyambung ijazahku dalam bidang undang-undang dan ambil syariah. Andai itu bukan takdirnya aku redha menjadi seorang company secretary. Tapi aku tetap takkan lupa hajatku untuk mendalami ilmu agama. Cintaku pada syariah takkan lupus dalam jiwaku. Bahasa arab pula takkan sekali aku tinggalkan. Menguasai pelbagai bidang bahasa itu adalah satu bonus dalam dunia hari ini. Insyaallah,doa ibu agar aku dapat menyambung pelajaran di peringkat yang lebih tinggi akan ku sahut andai itu takdirnya. Kuliah dan majlis ilmu takkan aku tinggalkan. Jika ada rezeki aku akan jejakkan kaki juga ke pondok demi menuntut ilmu.
Mahu menuntut ilmu perlukan duit. Bagaimana nak bayar yuran kuliah kalau tidak ada duit. Aku ada terfikir nak buat business kecil-kecilan. Sambil belajar aku boleh buat benda ni. Insyaallah, ada usaha adalah hasilnya. Mungkin bukan mudah. Nak menyeimbangkan belajar,berdakwah, berniaga dan tanggungjawab aku sebagai seorang hamba allah dan sebagai seorang anak memang sangat berat. Tapi itulah perjuangan bukan. Dimana ada kemahuan di situ ada jalan. Aku hanya perlu bersungguh-sungguh dan tenang menerima bantuan dariNya. Aku ada mengintai peluang-peluang perniagaan macam business top-up, printing, jual pad herba and buku. Tapi semuanya perlukan modal dan aku rasa kenderaan penting jugak. Sekarang aku tengah kumpul duit untuk beli sebijik motor. Duit modal business aku akan kumpul time belajar nanti. Oh ya,hampir terlupa janjiku pada ibu untuk belikan dia sebijik kerata bila dah kerja nanti, insyaallah.
Hajatku untuk menuntut ilmu menimbulkan persoalan tentang mencari pasangan hidup. Insyaallah selepas habis ijazah nanti baru aku mula memikirkan soal itu. Andai ada jodoh aku takkan menolak untuk kahwin awal. Tapi itu tak bermakna pelajaranku terbantut di situ. Kalau boleh aku mahu mencari suami yang faham perjuangan aku. Pastilah yang soleh yang aku impikan. Yang cintanya pada allah dan rasul lebih tinggi dari segala cinta dalam hidupnya. Insyaallah, kebenaran untuk meneruskan pembelajaran pasti ku raih dari si dia. Aku pasti lebih berbangga andai bapa kepada anak-anakku adalah pejuang islam apatah mata rantai perjuang rasulullah. Agar kelak kami dapat meneruskan generasi-generasi islam untuk membawa risalah addeen ini.
Seterusnya aku berdoa agar tempat pertama yang aku pergi di luar negara adalah baitullah. Aku akan berhenti kerja dan aku nak besarkan anak-anak aku aka bakal jundi dengan tarbiyah islami. Then nak buka kedai buku sendiri. Sebuah kedai buku yang dilengkapi dengan printing and internet service, ada mesin fotostat,ada tempat pinjam buku, tempat bacaan santai dan bilik perbincangan. Insyaallah aku akan tetap dalam bidang dakwah dan andai ada peluang aku akan berkhidmat di negara saudaraku, Palestin.
Hari ini aku masih disini memikirkan masa depanku. Mendengar nasihat ibu tentang kepentingan ilmu. Sungguh baru ku sedar bertapa pentingnya ilmu itu pada islam. Jika dulu aku menuntut ilmu kerana ingin membalas jasa ibubapaku,hari ini aku menuntut ilmu kerana islam. Kata ibu tanpa ilmu aku tidak akan kemana. Malah untuk memperjuangkan islam pun aku takkan mampu. Ibu selalu kata “belajar dulu,lepas tu nak berdakwah,berdakwahlah. Yang penting belajar dulu”. Ibu, maafkan aku,aku takkan mampu tinggalkan medan amal sedang ummat perlukan aku. Sungguh aku bukan yang terhebat dan yang terbaik untuk menggalas tanggungjawab ini tapi ini amanah yang Allah telah berikan kepadaku. Aku takkan mampu memungkiri janjiku kerna itu sifat munafiq.
Belajar,ibadatku pada tuhanku dan dakwah itulah pusaran hidupku. Aku akan belajar bersungguh-sungguh. Andai mendapat keputusan yang cemerlang itu rezeki allah. Yang penting aku tak lupa sujud pada allah. Pada masa yang sama aku harus berbakti pada ummat. Andai diizinkan allah,aku akan menyambung ijazahku dalam bidang undang-undang dan ambil syariah. Andai itu bukan takdirnya aku redha menjadi seorang company secretary. Tapi aku tetap takkan lupa hajatku untuk mendalami ilmu agama. Cintaku pada syariah takkan lupus dalam jiwaku. Bahasa arab pula takkan sekali aku tinggalkan. Menguasai pelbagai bidang bahasa itu adalah satu bonus dalam dunia hari ini. Insyaallah,doa ibu agar aku dapat menyambung pelajaran di peringkat yang lebih tinggi akan ku sahut andai itu takdirnya. Kuliah dan majlis ilmu takkan aku tinggalkan. Jika ada rezeki aku akan jejakkan kaki juga ke pondok demi menuntut ilmu.
Mahu menuntut ilmu perlukan duit. Bagaimana nak bayar yuran kuliah kalau tidak ada duit. Aku ada terfikir nak buat business kecil-kecilan. Sambil belajar aku boleh buat benda ni. Insyaallah, ada usaha adalah hasilnya. Mungkin bukan mudah. Nak menyeimbangkan belajar,berdakwah, berniaga dan tanggungjawab aku sebagai seorang hamba allah dan sebagai seorang anak memang sangat berat. Tapi itulah perjuangan bukan. Dimana ada kemahuan di situ ada jalan. Aku hanya perlu bersungguh-sungguh dan tenang menerima bantuan dariNya. Aku ada mengintai peluang-peluang perniagaan macam business top-up, printing, jual pad herba and buku. Tapi semuanya perlukan modal dan aku rasa kenderaan penting jugak. Sekarang aku tengah kumpul duit untuk beli sebijik motor. Duit modal business aku akan kumpul time belajar nanti. Oh ya,hampir terlupa janjiku pada ibu untuk belikan dia sebijik kerata bila dah kerja nanti, insyaallah.
Hajatku untuk menuntut ilmu menimbulkan persoalan tentang mencari pasangan hidup. Insyaallah selepas habis ijazah nanti baru aku mula memikirkan soal itu. Andai ada jodoh aku takkan menolak untuk kahwin awal. Tapi itu tak bermakna pelajaranku terbantut di situ. Kalau boleh aku mahu mencari suami yang faham perjuangan aku. Pastilah yang soleh yang aku impikan. Yang cintanya pada allah dan rasul lebih tinggi dari segala cinta dalam hidupnya. Insyaallah, kebenaran untuk meneruskan pembelajaran pasti ku raih dari si dia. Aku pasti lebih berbangga andai bapa kepada anak-anakku adalah pejuang islam apatah mata rantai perjuang rasulullah. Agar kelak kami dapat meneruskan generasi-generasi islam untuk membawa risalah addeen ini.
Seterusnya aku berdoa agar tempat pertama yang aku pergi di luar negara adalah baitullah. Aku akan berhenti kerja dan aku nak besarkan anak-anak aku aka bakal jundi dengan tarbiyah islami. Then nak buka kedai buku sendiri. Sebuah kedai buku yang dilengkapi dengan printing and internet service, ada mesin fotostat,ada tempat pinjam buku, tempat bacaan santai dan bilik perbincangan. Insyaallah aku akan tetap dalam bidang dakwah dan andai ada peluang aku akan berkhidmat di negara saudaraku, Palestin.
For the first time i read this quote, I keep staring for a while. Try to find the true meaning of every word in this quote. Why do we need to think kind of man ... hmm, that's right too. If we thinking like a woman, it will be worse because women are over-emotional. Women always like this. Hard to control our emotions. Sometimes we just speak according to our feelings je without thinking first. Including me. Just on certain time laa... So we need to think like a man.Think first before thrown out our voice. We have think more wise but still behaves like a women. Dont rough like a men. It is not good ...
This quote have though me a lot and must be remember
“If ever there is tomorrow when we're not together... there is something you must always remember. you are braver than you believe, stronger than you seem, and smarter than you think. But the most important thing is, even if we're apart... I'll always be with you.”
-Christopher Robin to Pooh
to someone that i love....
please remember this...
what ever happen to us...
i will always with you...
-Christopher Robin to Pooh
to someone that i love....
please remember this...
what ever happen to us...
i will always with you...
Subscribe to:
Posts (Atom)
Mimpi yang indah-edited from mestica song
TeLaH Ku LaLui JaLaN bErDuRi, liku-liku hidup dalam meneruskan perjuangan, SeJuTa HaRaPaN tEruS Ku PeRtAhAnKaN, pada tuhanku yang tidak pernah memungkiri janjiNya, BUkAn MuDaH MeNgApAi bInTaNg, yang sering ku mimpikan dalam lena dan jagaku , SeRiBu DuGaAN MeNdAtAnG, menguji iman dan keyakinanku.dI SeBaLiK kEpAyAhAn, pasti DiSiTuLaH kEkUaTaN tersemat, kukuhnya terpahat, tEkAD hAti HaTi AZiMaT DipErJaLaNaN dalam MeNgEJaR iMpIaNku. PaBiLa LaLuAn sEaKaN sukAr, rasa kekalahan kian merajai, BaGai tAk bErDayA unTUk TerUs BeRtAhAn dalam perjuangan di fana ini. NaMUn KAsIhmU MEnYeDarKaN diriku yang lupa pada janjiMu, bahawa AKu TaK pErnAh seNdiRiAn. DiSeBaLIk KEpAyAhAn, pasti DiSiTuLaH aDa KeKUaTaN tersemat, kukuhnya terpahat tEkAd HaTI AzIMaT Di PerJaLanAn dalam merealisasikan cita-citaku. TiNgGi LaNgIt mImPi inI, setinggi bezanya antara langit dan bumi, namun sekali TaK kU rAgU uNTuk mEmBUKtiKan pada kalian, bahawa IndAh BiNtAnG yAng BUkaN kHaYaLAN, TeTaPi KeNyAtAaN yang akan terbentang diruang mata dan fikiran. Dengarlah wahai temanku, aKaN kAu sAKsiKaN KeSUliTaN iNi, yang kian sukar ku menitinya, pAsTi bERgAnTi KebAhAgIaAn, kerna itulah janji tuhanku. Teman TeLaH pUn kAu DenGaR KiSahKu Ini, PeRNaHkAH kAu CubA uNtUk MeNgeRTi bahawa impianku melangit tinggi….MIMPI YANG INDAH…kerna ku bernama ‘impian yang baik dan indah’ (1 muharram-20:38)
Powered by Blogger.


